Antara Video dan Film BEDA!!!
Hay Teman-teman apakah kalian pernah mengikuti shooting sebuah film secara langsung? atau mungkin sebuah video dokumentasi kegiatan dan wedding? Padahal sama-sama mengambil video ya tapi ternyata keduanya membutuhkan Sumber daya yang berbeda.
Berbeda dari segi kerumitannya dan juga kebutuhan alat dan Sumber Daya Manusianya, Pertama-tama mari kita bahas untuk jasa video dokumentasi yang cukup simpel dan bisa kamu jadikan referensi jika hendak memulai jasa video.
1. Jasa Video Dokumentasi
Dilihat dari namanya berarti video ini berfokus pada mengabadikan sebuah momen, dimana momen tersebut hanya terjadi pada jam dan waktu tertentu dan biasanya berjalan secara natural, walaupun ada beberapa scene yang disetting. Dilihat dari kerumitannya jenis video dokumentasi ini tidak terlalu membutuhkan banyak alat dan orang, bisa dikerjakan bahkan oleh satu orang. Jadi untuk video dokumentasi yang terpenting adalah Satu orang videografer yang menggunakan kamera DSLR atau Kamera mirrorless dengan lensa fix yang memadai sudah cukup untuk membuat video cinematic yang lagi ramai di sosial media saat ini, biasanya untuk acara wedding atau acara outbound dan indoor yang dilakukan oleh kelompok Swasta maupun pemerintahan dan perorangan. Jika video dokumentasi ingin lebih lengkap lagi maka tinggal ditambahkan lighting dan recorder yang bagus seperti Zoom H4N. Dengan peralatan seperti itu maka kamu siap untuk membuka jasa video dokumentasi acara, karena adegan yang diambil adalah biasanya ketika akad nikah dan ketika di pelaminan, dua momen itu direkam secara natural karena jarang diulang, sedangkan adegan yang diatur biasanya adalah sebelum acara seperti ketika memakai baju, ketika dirias, ketika selesai menyalami tamu mungkin foto di halaman atau di ruangan yang sudah disiapkan sehingga video cinematiknya berjalan sesuai skenario yang dibuat dari awal hingga akhir secara berurutan.
2. Film Pendek
Baru beberapa hari ini Jasa Video Jogja Semar Production melakukan shooting untuk film pendek yang diperankan oleh orang-orang dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul untuk mempromosikan program transmigrasi. Dilihat dari kerumitan ceritanya maka dibutuhkan sekitar 13 crew produksi yang siap mendukung semua kebutuhan produksi. Mulai dari Sutradara, asisten sutradara, Kameramen, Asisten kameraman, Artistik 2 orang, crew lighting 2 orang, audioman untuk recorder suara, logistik atau Pembantu Umum, dan pengatur lokasi shooting/location manager, crew Clapper, runner dan koordinator talent. Nah mereka semua sudah diplot tugasnya sesuai bagiannya masing-masing sehingga memudahkan sutradara dalam memberikan instruksi sesuai kebutuhan gambar yang ingin diambil. Kadang ketika yang menjadi crew tidak sesuai dengan keahlian alat yang dipegangnya maka mereka tidak mengerti istilah-istilah yang dipakai oleh sutradara dalam pengambilan gambar misalnya seberapa pencahayaan, dan seberapa speed yang hendak diambil itu semua membutuhkan spesialis di bidangnya masing-masing sehingga pembuatan film lebih rumit daripada video dokumentasi.
Dari dua jenis video diatas tentu memiliki peruntukannya masing-masing ya, kita tidak sedang membandingkan baik dan buruk atau jelek dan bagus namun kita sedang menerangkan bahwa untuk setiap kebutuhan produksi video tentu semakin rumit konsep yang dibuat maka akan semakin banyak orang yang dilibatkan, dimana setiap orang yang dilibatkan tentu sudah melalui analisis kebutuhan tim sebelumnya.
Sampai disini mulai paham ya kenapa kami lebih menekankan pada video dokumentasi dan wedding untuk wilayah jogja dan sekitarnya, bahkan jika kamu memliki kemampuan videografi dan alat yang memadai kamupun bisa membuka jasa video dokumentasi sendiri karena untuk jenis video ini cukup sederhana dan relatif lebih murah. Kalian pilih mana??:)
.jpeg)

.jpeg)
Posting Komentar untuk "Antara Video dan Film BEDA!!!"